mission and vision
our beliefs
pastor
history
church services
map & direction
  testimonials
articles

 
  ministries
care groups
SPOP

HIC
mailing list
song list
 
  ifgf headquarter
world harvest
 
  home page
gallery
contact us

 
   
   
  CELL GROUP MARCH 08 
 

TEMA: PELAJARAN DARI KELUARGA ISHAK - RIBKA

Pembacaan : Kejadian 25 : 21-34 ; 27 : 46

Seperti kita ketahui, keluarga Ishak adalah keluarga orang percaya, bahkan ia anak perjanjian Tuhan. Tetapi tidak luput dari masalah, dan tragedi yang memilukan. Bahkan hubungan kakak adik (Esau dan Yakub) diwarnai dengan penipuan, permusuhan dan berakibat panjang.
- Di Kej 25 ayat 28 tadi, dikatakan Ishak sayang kepada Esau dan Ribka kepada Yakub..berarti ada pilih kasih disini. (Ini sudah pasti akan berakibat)
- Hal kedua : Ribka adalah seorang wanita yang pesimis dan selalu berbicara negatif (Kej 25: 22 dan Kej 27:46 tadi)
Tentu saja semua ini berdampak besar pada hidup anak-anak mereka. Esau dan Yakub
terus mendengar semua hal-hal pesimis/negatif, bahkan mungkin terhadap diri mereka.

DAMPAK YANG MENCOLOK : Kita bisa lihat dari sifat mereka berdua :
ESAU : Mengalami goresan-goresan dalam batinnya karena ia kurang kasih ibu PLUS setiap
hari berada dalam rumah yang penuh dengan kata-kata negatif (Ia makanya jarang di
rumah??, ayat Kej 25 :27)
Akibatnya : ia menjadi orang yang super cuek, sembrono, bahkan terhadap hal-hal penting?
Makanya ia rela menukar hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah.

YAKUB: “Anak mami” selalu berlindung pada ibunya. Ia kurang kasih ayah, kurang figur ayah.
Ada damage dalam emosinya. Ia tidak berani cara jantan, makanya ia pakai jalur
penipuan, yang diprakarsai dan dibantu ibunya.

KESIMPULAN : Kedua anak ini, mengalami emotional damage, terpendam sekian lama dan
berakibatnya di kemudian hari.

FYI : dalam diri manusia ada alam sadar dan alam bawah sadar. Di alam bawah sadar itulah semua emosi, memori terpendam/terkubur. Hanya Tuhan yang bisa menyembuhkannya.
Jika hal itu dibiarkan maka akan berdampak pada pertumbuhan spiritual kita, sikap kita, kata-kata dan tindakan kita.


DISKUSI :

1. Apakah kita semua menyadari bahwa dalam diri kita pasti pernah masuk “hal-hal melukai atau hal-hal yang tidak kita inginkan?

2. Bagaimana Sdr membereskannya hal tersebut selama ini?

download microsof word document of CELL GROUP MARCH 08


 

  CELL GROUP APRIL 08
 

TEMA : KASIH KARUNIANYA MENTRANSFORMASI

PENDAHULUAN : Bulan April merupakan BULAN MISI bagi seluruh gereja dan jemaat IFGF GISI di seluruh dunia. Jadi selama bulan ini, kita akan membahas seputar kasih karunia, misi, jiwa-jiwa yang terhilang dsbnya. Selain itu, kita juga akan berdoa bagi misi, bagi negara-negara dan bagi jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan. Tuhan Yesus mau agar kita semua diselamatkan , hidup di dalalm kasih karuniaNya dan juga memberitakan apa yang sudah kita dapat ini pada orang lain.

AYAT : 2 Kor 12: 7-9
“ Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk menggocoh aku, supaya kau jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah 3 kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan iblis itu mundur daripadaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku :”Cukuplah kasih karuniaKu bagimu sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna”

Di mata manusia : mereka ingin kalau ada duri/beban...bebannya diambil..supaya mereka lega.
Tapi bagi Tuhan : Ia punya rumus tersendiri. Tuhan menyediakan KASIH KARUNIA bagi setiap kebutuhan anak-anakNya. Dengan kasih karuniaNya itu, anak Tuhan dimampukan, ditransformasikan. Manusia bisa berubah..itu juga karena kasih karunia.

Kelemahan kita “ditransformasikan” sehingga kelemahan itu bekerja untuk kita, memberikan kebaikan.
Allah memberikan kasih karunia bukan sekedar agar kita dapat bertahan dalm tantangan tetapi agar kita menang atas keadaan kita, sehingga tantangan membawa manfaat untuk kita dan kerajaanNya.

DISKUSI:

1. Bagaimana kasih karunia ini kita terima dan bekerja?

(Jawab : Dengan Iman dan selanjutnya kita sadari sepenuhnya bahwa kasih karunia ini selalu ada tersedia bagi kita sehingga kita mantep saja hadapi apapun. Mau berubah, mau apapun, dalam hadapi apapun)

2. Kasih karunia melepaskan kita dari kebutuhan untuk berjuang memperoleh penghargaan manusia, penerimaan manusia, harga diri dsbnya.

Bagaimana pendapat atau pengalaman Saudara tentang hal ini?

download microsof word document of CELL GROUP APRIL 08