Mengenal dan Bertumbuh Dalam Kebenaran-Nya (4)


The Power of Prayer in Marriage Relation...


Lukas 9 : 28- 36
(29) Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
(32 b) …dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya;


Yesus menjadi akrab dgn Bapa didalam doa ketika Ia berada di bukit (transfigurasi) Getsemani. Kemuliaan hadirat Bapa bercahaya atas-Nya.


Saudara akan menjadi akrab dgn seseorang yang kepadanya saudara berdoa,seseorang yang terhadapnya saudara berdoa, dan seseorang yang dengannya saudara berdoa..


Musa naik ke gunung Sinai–disana ia berdoa–dan tinggal untuk beberapa lama, dan akhirnya Allah mengijinkannya
berbicara sebagai seorang “?sahabat terhadap sahabat” Mengapa? karena doa menghasilkan keakraban. Ketika Musa turun  gunung, umat Israel melihat muka dari Musa begitu bercahaya, sehingga mereka silau. Berdoa –berhubungan dgn Tuhan–akan menyebabkan kemuliaan-Nya menyinari/memberkati- dan hasilnya adalah persatuan yang sesungguhnya…


Ketika hari Pentakosta,karena murid-murid berdoa bersama-sama, mereka diperlengkapi dgn kuasa Allah. Mereka berdoa bersama-sama kemudian menghasilkan keakraban diantara mereka, dan mereka ” semua dengan satu kesatuan”,dan di dalam kesatuan, di dalam kesetujuan doa, doa mereka membawa kuasa ( …. ingat di Kisah 12 : 5 ).
Ketika seorang suami berdoa bersama isterinya,ia akan menjadi akrab dgn isterinya. Di dalam doa spiritual yang
benar, keakraban akan berkembang jauh lebih pesat dari pada di dalam kesatuan fisik. Hal itu terjadi di dalam roh.
Seorang wanita yang berdoa bagi suaminya, sesungguhnya hal itu merupakan suatu tindakan keakraban bersama suaminya di dalam roh, dan doa akan menarik dirinya kepada suaminya.Ia akan mengenal kebutuhan-kebutuhan suaminya dan menolong suaminya untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan itu. Kegagalan seorang pria berdoa bagi isterinya berarti,bahwa ia bisa saja memperoleh keintiman secara fisik, tetapi ia tidak bisa mengembangkan keintiman di dalam roh (yang kelak akan menghasilkan kesatuan yang benar).. Ingat bahwa kaum pria adalah imam, karena itu kaum pria harus melayani. Melayani adalah mengasihi. Melayani lebih sulit dari berkotbah.Keluhan terbesar diantara para isteri–khususnya isteri-isteri hamba hamba Tuhan– adalah :”Suami saya bisa melayani sampai ke ujung bumi,tetapi ia tidak bisa melayani saya di rumah.”


Allah menciptakan kaum pria untuk menjadi pemimpin dan pengurus di dalam rumah tangga .Di dalam bukunya “? Maximixed  Manhood” DR.Edwin Louis Cole menuliskan bahwa kegagalan rumah tangga, salah satu yang paling utama disebabkan oleh karena gagalnya kaum pria/suami menjalankan fungsinya sebagai imam di dalam rumah tangganya.


Tuhan memberkati,


Pdt Henry Suhady.


Mengenal dan Bertumbuh Dalam Kebenarannya (3)



II KORINTUS 7 : 1 ,” Saudara saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.”


Rasul Paulus menghimbau kepada jemaat di Korintus (juga kepada kita yang membaca/menelaah ayat firman Tuhan saat ini) agar kita menyadari :


  • Bahwa kita di dalam Yesus Kristus, memiliki janji-janji Allah. Kita adalah ahli waris Kerajaan-Nya.
  • Kita seharusnyalah terpisah dari unsur-unsur kekafiran ,dengan menyucikan diri dari semua pencemaran jasmani dan rohani.
    Pencemaran jasmani : melalui makanan-minuman, melalui pergaulan, dll. Pergaulan kita yang tidak baik akan mempengaruhi pola kehidupan kita.
    Pencemaran rohani : sikap hati yang ada kepahitan/ dendam/kekecewaan ,sehingga terlihat dari caranya mengkeritik (kritikus ) dan lain-lain. Hati yang tercemar akan menyebabkan semakin jauh dari berkat-berkat NYA.
  • Semakin kita menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah, semakin kita dibaharui hari demi hari menjadi serupa dengan gambaran-Nya.
  • Janji-janji Nya adalah untuk kita .Bagian kita adalah bertekun di dalam pengakuan iman percaya kita akan hal tersebut.
  • Kemudian kita bertekun dengan bertindak sesuai dengan iman percaya kita, karena iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2 : 17 ). Kesuksesan orang Kristen adalah identik dengan berdiri teguh di dalam pengakuan imannya.

Mengenal dan Bertumbuh Dalam Kebenarannya (2)



MATIUS 18 : 1- 4,


” Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya:” Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga ?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka,lalu berkata :” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. “


Pada satu ketika murid-murid Yesus bertengkar,berebut gengsi untuk dapat pengakuan sebagai murid nomor satu, sebagai orang yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Yesus menjawab bahwa mereka harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Bertobat disini didalam bahasa aslinya adalah berubah. Seperti anak kecil yang punya pikiran murni, yang berwawaskan Kerajaan Sorga. Apa itu Kerajaan Sorga? Di dalam Kitab Injil lainnya, hal yang serupa ditulis dengan Kerajaan Allah ( Lukas 9 : 46-48 ,Markus 9: 33- 37 ).Kerajaan Allah berarti satu wilayah kerajaan di mana Allah bertahta sebagai raja. Kerajaan Allah berbicara satu system,satu falsafah atau satu cara hidup yang berbeda dengan yang ada di dunia. Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14 : 17 ).


Anak kecil lebih mudah berdamai ,lebih mudah diajar.Ia punya wawasan atau cara berpikir yang sederhana ,tidak licik atau culas, atau egois dan ingin menang sendiri. Sifat orang-orang dalam kerajaan Sorga /Allah juga seharusnya demikian.


Yesus katakan bahwa kerajaan-Nya bukan datang dari dunia ini (Yoh 18 : 36),tetapi datang dari Sorga, dari atas. Dan siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya (Yoh 3 : 31).


Dengan kata lain kita sebagai murid-murid-Nya, diberikan kemampuan yang dari atas dan untuk ada di atas. Diberikan kemampuan untuk berpikir -berwawaskan kerajaan Allah, dan harusnya mampu melakukan perintah-perintah-Nya. Hidup dengan sifat kerajaan-Nya, tidak hidup dengan jiwa sempit. Hidup yang penuh dengan dendam, kebencian, iri hati ,kepahitan dan tidak mau mengampuni,egoism yang tinggi dll.


Standar nilai-nilai kehidupan kita harus di atas nilai-nilai dunia ini. Falsafah hidup kita harus lebih bernilai daripada falsafah hidup orang dunia.


Roma 12 : 21 mengatakan:” Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” KASIH LEBIH TINGGI DARI KEBENCIAN. BELASKASIHAN LEBIH TINGGI DARIPADA DENDAM. KEJUJURAN LEBIH TINGGI DARIPADA KETIDAKJUJURAN.


Resource Article Update


grow


Grow in The Truth
by Rev. Henry Suhady - April 30 2009
Languange:Indonesian l Format : PDF file l DOWNLOAD



More entries at our blog :
From The Pastor's Desk
From The Church
Covenant Member Ceremony

 

Those who are willing to join the Body of Christ at IFGF Toronto (Downtown, Mississauga, Hamilton) and become a member, please contact us for registration.

The ceremony will be held on Sunday, April 7, 2009 at our Mississauga church during the Sunday service.

 

Lidya Suhady

Corporate Prayer

 

Let us unite our hearts and build our strength through corporate prayer, which will be held on every last week of the month, from 7:00 PM – finish at Rev. Henry’s residence.


Yenny Tjipto